Workshop & Sharing bersama Majalah Kabare

Awalnya saya dipertemukan oleh jurnalis senior Burhan Abe dengan tim manajemen majalah Kabare, bapak Eddy Purjanto dan ibu Ida Susanti. Setelah melakukan diskusi beberapa jam tentang segala hal mengenai niatan manajemen untuk melakukan rebranding dan upgrading, lalu kami sepakat untuk saling berkomunikasi agar dalam waktu dekat bisa dilakukan workshop  dan sharing session di redaksi Kabare, Jogjakarta.

Tak lama waktu berselang, bapak Eddy menghubungi saya lewat pesan seluler. “Mas Yogas, apakah kira-kira ada waktu sengang antara tanggal 31 Maret – 3 April?”. Saya jawab, “Ya, sejauh ini saya belum ada rencana kemana-mana”. Dan setelah melalui  diskusi via saluran seluler itu, kami sepakat bahwa saya akan menyambangi redaksi Kabare, Jogjakarta, pada 3 April 2012, untuk mengadakan workshop & sharing.

Hari keberangkatanpun tiba, tepat pukul 07.40 wib dari Jakarta saya menuju kota dengan julukan Kota Pelajar. Dan sesampainya di Jogja, saya sudah dijemput manajer artistik majalah Kabare, Sutoto, atau biasa disapa mas Totok. Lalu kami sejenak mencari sarapan ringan, dan lanjut menuju redaksi Kabare, di kawasan Baciro. Setelah melakukan persiapan, maka satu-persatu teman-teman dari majalah Kabare dan Cekidot (satu grup dengan majalah Kabare), dari artisitik, redaksi, hingga fotografi, menampakkan diri untuk bersama mengikuti workshop sekaligus diskusi mengenai desain majalah, dan dunia permediaan pada umumnya. Setelah dibuka oleh pemimpin redaksi Kabare, bapak Danang Wibowo, sesi pertama-pun dimulai.

Pada sesi pertama ini pembahasan terfokus pada bagaimana meneropong perkembangan visual atau perwajahan media, khususnya majalah dengan kategori hi-quality magazine. Dengan memberi contoh beberapa media yang sudah pernah saya bidani, baik public media maupun inhouse media, tergambar beberapa design style dan layout yang intinya lebih stylish, lebih lentur, dan tidak terkesan monoton. Begitupula dengan gaya foto yang diakui dengan maraknya digitalisasi tren fotografi sangat cepat berubah. Dari gaya Lomo yang kembali mengemuka, hingga gaya High Dynamic Range yang saat ini sedang banyak menyita perhatian.

Unsur-unsur grafis-pun tak lepas dari sorotan. Dalam rangka membuat perwajahan media menjadi dinamis, disepakati perlunya elemen-elemen tambahan yang sebenarnya sederhana tapi banyak mengesankan perbedaan pada desain dan layout. Contoh: tanda kutip, outline, multiple coloumn style,  header style, hingga penentuan fonts yang mengacu pada kekinian. Juga kemampuan tim artistik bersama redaksi merumuskan media sebagai produk kreatif yang mapan dan siap disajikan kepada publik. Dari copywriting, news value, pewarnaan, hingga digital imaging dan tentunya komposisi.

Selain itu, untuk kesekian kalinya mengemuka tentang pentingnya melakukan riset , baik dari segi visual maupun membaca gejala pasar sesuai segmen dan target yang telah ditentukan manajemen. Begitupula dengan pembahasan asumsi-asumsi yang berkembang berkenaan dengan potensi  perilaku pembelian media di masyarakat umum. Sehingga pengemasan produk media dapat mendekati targetnya dengan tepat dan diharapkan juga cepat.

Sesi pertama inipun disudahi bertepatan dengan waktu makan siang. Sajian gudeng khas Jogja-pun tersaji. Makanan khas ini memang tak pernah lekang di makan waktu, di antara berbagai jenis makanan instan modern. Tetap nikmat dan mengundang selera, setidak-tidaknya bagi saya.

Lepas waktu makan siang, sesi kedua dimulai. Kali ini pembahasan banyak terfokus pada aplikasi komputer untuk mendukung kinerja dan hasil optimal produksi. Tentunya penggunaan software yang tepat bagi kebutuhan masing-masing bidang adalah utama. Dengan diawali sedikit diskusi tentang komparasi  perilaku bisnis permediaan antara di Jogja dengan di ibukota, lalu masuklah pada pengupasan secara spesifik berkenaan dengan aplikasi komputer.

Dalam kesempatan ini saya menyajikan pembahasan dari sudut pandang umum atau permukaan dari software Adobe Indesign yang memang saat ini bisa dikatakan menjadi idola para desainer maupun layouter majalah. Fungsi umum, kemudahan-kemudahan berkenaan dengan pra produksi hingga produksi, dan tentunya beberapa tip yang bersifat makro seputar desain dan tata letak.

Setelah itu, saya juga membahas mengenai satu plugins pengolahan foto instan yang bisa direkomendasikan  untuk dimasukkan pada software adobe Photoshop, yaitu Alien Skin Exposure dan Topaz Labs Adjust. Bagaimana plugins ini dapat membantu pengolahan warna dan tone pada foto-foto yang telah dihasilkan seorang fotografer. Dengan preset berbagai style yang bisa dipilih, tampilan foto yang terkesan datar dapat dikembangkan menjadi foto yang stylish.

Tak terasa waktu sudah menjelang sore, dan kami yang terlibat dalam workshop & sharing inipun menyudahinya. Memang waktu sehari terasa pendek untuk berdiskusi panjang. Tapi setidak-tidaknya kami sudah saling membuka wawasan agar tetap berkarya dengan tak lepas dari segala perkembangan di dunia kreatif itu sendiri seiring zaman yang terus bergerak. Sayapun kemudian diantar ke penginapan yang sudah disiapkan di area Gowongan,  jalan Mangkubumi.  Dan keesokan harinya dijemput kembali untuk melakukan evaluasi sembari menyantap sarapan di Soto Kadipiro yang melegenda itu, bersama pihak manajemen Kabare, dalam hal ini bapak Eddy yang ditemani mas Totok, selaku manajer artsitik. Lalu setelah itupun sayapun harus segera meluncur ke airport untuk kembali menuju Jakarta.

Terima kasih majalah Kabare telah bersedia memberi kepercayaan kepada saya untuk menyajikan workshop & sharing, dan terima kasih Jogjakarta, yang dengan keramahannya membuat saya dapat menikmati tugas dan menjalankan amanat dengan baik. See you!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s