JEJAK DI RANAH DIGITAL MEDIA (TRACES IN THE REALM OF DIGITAL MEDIA)

Jakarta – 24 April 2014

Setelah sekian lama, akhirnya saya menulis blog lagi. Maklum dalam 2 tahun terakhir saya banyak mengalami beberapa momen penting dalam perjalanan saya sebagai insan di dunia kreatif.

After so long, finally I write the blog again. Understandably in the last 2 years there are many important moments in my journey as a person in the creative world.

Selain beberapa kali menggelar creative workshop dengan bahasan seputar desain grafis & creative business, saya juga terlibat dalam proses development satu produk digital media yang saya pikir ini adalah salah satu jejak yang sangat perlu dicatat.

In addition to several times hold a workshop with a discussion about graphic design & creative business, I am also involved in the development of the digital media product that I think this is one trail that is worth to be noted.

Memang, apa yang akan kita alami di kemudian hari tak pernah dapat ditebak. Ya, salah satunya seperti apa yang saya alami. Kira-kira kwartal kedua di 2011, salah seorang rekan saya di dunia kreatif, Burhan Abe, yang juga wartawan senior dan praktisi komunikasi serta pendiri Vox Populi Creative Syndicate, mengajak bertemu untuk berdiskusi. Pada waktu itu, Ia juga sedang menanagani sebuah produk media online shopping dari perusahaan ternama.

Indeed, what we will experience in the future can never be guessed. Yes, one of them like what I experienced. Roughly the second quarter in 2011, one of my colleagues in the creative world, Burhan Abe, a senior journalist and communications practitioner and founder of Vox Populi Creative Syndicate, invites met to discuss. At that time, he also was handling a shopping online media products from leading companies.

Lalu kami bertemu di kediaman saya. Berdiskusi soal media di masa depan yang diperkirakan akan bertransformasi ke ranah digital. Akhirnya kami sepakat mencoba membuat konsep digital magazine yang tidak akan diterbitkan dalam edisi cetak, alias full digital. Dan genre majalah yang kami coba buat adalah: Men Lifestyle Magazine, tepatnya majalah gaya hidup pria.

Then we met at my residence. Discussing world of media in the future that expected to be transformed to the digital realm. Finally we agreed to try to create a digital magazine concept that is not to be published in the print edition, aka fully digital. And we deal to try to make Men Lifestyle Magazine.

INSTINCT_magzSelang beberapa waktu, dummy/sample yang sudah jadi dengan menggunakan nama majalah sementara “INSTINCT magazine” saya serahkan kepada rekan saya ini. Lalu Ia masukkan sample tersebut ke dalam iPad & Laptop miliknya. Siap untuk di tunjukkan kepada pihak-pihak terkait.

After a time, I givie him dummy / sample that named “Instinct magazine”. Then he upload the sample into the iPad & Laptop. Ready to show it to the relevant parties.

Seiring berjalannya waktu, dan setelah sample ditunjukkan kepada beberapa pihak, tahun 2012 pun kami mendapat angin segar. Beberapa petinggi perusahaan media tertarik dengan konsep media tersebut. Termasuk seorang petinggi situs online terbesar di negeri ini berminat juga untuk menerbitkannya. Ya, Detikcom dengan nakoda Budiono Darsono, wartawan senior sekaligus salah satu pendirinya, yang sudah berstatus bergabung dengan salah satu raksasa media Indonesia, TransCorp, berminat!

Over time, and after the sample was shown to several parties, in 2012 we got good news. Some media company executives interested in the concept of the media. Includes an official of the Indonesian largest portal also interested to publish it. Yes, Detikcom which “driven” by Boediono Darsono , a senior journalist and one of the founders, who had the status of joining one of the Indonesian media giant, Transcorp, interested!

Kami langsung berkonsolidasi diawali dengan memberikan gambaran umum kepada calon penerbit. Tapi, tidak ada hasil usaha yang instan. Kami menunggu lagi beberapa bulan untuk mendapat kabar baik. Dan, saat kami justru sedang menyabangkan konsentrasi untuk pengerjaan proyek lain, tiba-tiba saja “lampu kuning” pun menyala lagi. Kabar baik akhirnya datang (lagi)!

We immediately consolidate begins with providing an overview to prospective publishers. But, there are no instant results of operations. We waited another few months to get the good news. And, when we actually share our concentration for another project, suddenly a “yellow light” lit up again. Good news finally come (again)!

Burhan Abe mulai mengumpulkan pasukannya. Untuk penyusunan proposal bisnis yang lebih lengkap Ia menugaskan Iwan Suci Jatmiko, yang berpengalaman menjadi pemimpin redaksi di salah satu majalah hiburan pria terbesar di Indonesia, sekaligus membentuk tim lengkap yang akan menggawangi produk ini. Saya sendiri bekerja terpisah berkonsentrasi dalam wilayah desain visual, termasuk rencana merekrut tenaga desainer grafis yang bisa diajak bekerjasama untuk men-develope majalah digital ini.

Burhan Abe began to gather his forces. For the preparation of a complete business proposal, He commissioned Iwan Suci  Jatmiko who experienced became chief editor in one of the largest men’s entertainment magazine in Indonesia, as well as forming a complete team that will handle this product. I worked separately concentrated in visual design part, including a plan to recruit a graphic designer who can be invited to work for develope this digital magazine.

Seperti sudah diuraikan, pada awalnya memang kami mengajukan sample dengan nama majalah “INSTINCT”. Tapi setelah beberapa kali melakukan presentasi baik segi desain, fotografi dan tentunya proyeksi bisnis dihadapan petinggi TransCorp, majalah digital ini diharapkan dapat berintegrasi dengan salah satu acara ber-target audience serupa, yaitu pria. Karena TransCorp sendiri sudah memiliki acara di Stasiun TV Trans7 dengan nama “Mata Lelaki”, maka terumuskanlah nama yang menurut kami sangat kuat, walaupun terkesan generic: MALE, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Laki-laki”, dan jika dianggap singkatan bisa diartikan juga MA = Mata & LE = Lelaki.

As already described, at first we submit samples with “Instinct” for the name of the magazine . But after several presentations in terms of design, photography and of course about business projections to TransCorp executives, this  digital magazines are expected to integrate with one of the air show with similar target audience: men. Because Transcorp already has an television program in Trans7 TV station with the name “Mata Lelaki”, then we named this digital magazine : MALE, which in Indonesian means “Lelaki”, and if deemed stands can be interpreted also MA = Mata & LE = Lelaki.

MALE Team_01 MALE Team_02Lalu, Juli 2012 saya dihubungi lagi oleh Burhan Abe untuk betemu dengan tim bentukan awal. Selain kami berdua, ada Iwan Suci Jatmiko, M.I. Mappasenge, Andry Novelino, Ade Irwan Tresnadi, Paksi Suryo Rahardjo, Dody Handoko, dan Catur Prajitno. Kami coba merancang gerak langkah selanjutnya agar majalah ini segera terbit. Bagi saya, ini adalah hal yang sama sekali baru. Bahkan saya belum sempat menginjakkan kaki di wilayah epublishing sekalipun, baru sekedar tahu secara permukaan. Dan ternyata kini saya mendapatkan tugas untuk men-develope digital interactive magazine yang akan diterbitkan khusus dalam edisi tablet dan multimedia PDF. Bisa dibilang saya benar-benar buta!

In July 2012 I was contacted again by Burhan Abe to meet with the initial formation of the team. In addition to the two of us, there is the Iwan Suci Jatmiko, M.I. Mappasenge, Andry Novelino, Irwan Ade Tresnadi, Paksi Suryo Rahardjo, Dody Handoko, and Catur Prajitno. We try to design the next steps to move this magazine forthcoming. For me, this is really something new. In fact I have no experience in e-publishing , just know a little knowledge. And now it turns out I have a duty to develope digital interactive magazine that will be published just in tablet and multimedia PDF. I could say I was completely blind!

Waktu terus berjalan, saya berharap dari pihak yang lebih berpengalaman akan mendapat mentoring agar developing bisa segera dilakukan. Tapi kenyataannya tidak semulus yang diperkirakan. Tenaga ahli untuk produk digital interactive magazine di Indonesia terbilang masih sangat langka. Dan tuntutan agar segera mempresentasikan bentuk real dari digital magazine ini terus mendesak. Pengetahuan yang didapat saya rasa masih minim. Akhirnya setelah mendapat beberapa pencerahan dan pengetahuan secara umum dari rekan-rekan di Detikcom, saya memberanikan diri untuk mengeksplorasi lebih lanjut dengan perangkat yang saya miliki di rumah: 1 PC jadul dan 1 Laptop!

Time goes by, I hope from those who are more experienced will got mentoring. But the reality is not as simple as expected. Experts for digital interactive magazine in Indonesia is still very scarce. And demands to immediately present the real form of this digital magazine kept pushing. I think the knowledge gained is still minimal. Finally after getting some enlightenment and general knowledge of colleagues in Detikcom, I ventured to explore further with the device I have at home: 1″old school” PC and 1 Laptop!

 

Got it!! Ya, Alhamdulillah saya merasa berhasil mendapatkan beberapa kuncinya! Lalu perekrutan tim lengkappun juga sudah mulai dijalankan. Maka tim awal siap tempur (dengan segala plus minus-nya) terbentuk: Burhan Abe (Editor in Chief), Iwan Suci Jatmiko (Deputy Editor in Chief), Paksi Suryo Rahardjo (Senior Editor), Ade Irwan Trisnadi (Editor), Dody Handoko (Editor), Witanto Prasetyo (Reporter), Aderiska Andriana (Reporter), Dedy Sofan (Reporter), M.I. Mappasenge (Photography Editor), Andry Novelino (Photographer), Catur Prajitno (Photographer), Roswita Ambarini (Fashion Stylist), Radot Marpaung (Fashion Stylist), Saya sendiri, Yogasworo H.(Creative Designer), Ferry Ardianto (Creative Designer), Rakhmat Riyandi (Creative Designer), M. Apriyanto (Creative Designer), Kastria SE Hutagaol (Secretary), Indra Sentosa (Promo), dan Folda Gobel (Marketing).

Thanks God, I thought I get a few keys! Then recruitment team have also begun to run.The initial team ready for work (with all its plus and minus) are formed: Burhan Abe (Editor in Chief), Iwan Suci Jatmiko (Deputy Editor in Chief), Suryo Paksi Rahardjo (Senior Editor), Irwan Ade Trisnadi (Editor), Dody Handoko (Editor), Witanto Prasetyo (Reporter), Aderiska Andriana (Reporter), Dedy Sofan (Reporter), M.I. Mappasenge (Photography Editor), Andry Novelino (Photographer), Catur Prajitno (Photographer), Roswita Ambarini (Fashion Stylist), Radot Marpaung (Fashion Stylist), myself, Yogasworo H. (Creative Designer), Ferry Ardianto (Creative Designer), Rachmat Riyandi (Creative Designer), M. Apriyanto (Creative Designer), Kastria SE Hutagaol (Secretary), Indra Sentosa (Promotion) , and Folda Gobel (Marketing).

COVER_MANOHARA_portDengan kerja keras seluruh anggota tim serta dukungan penuh dari TransCorp dan tim Detikcom yang sarat pengalaman di industri online media dan digital, termasuk full support untuk video production dari MyTrans, kami berhasil menerbitkan MALE Digital Interactive Magazine for Men pada Jum’at, 2 November 2012. Dan dahsyatnya, kami terbit mingguan secara gratis yang dapat diunduh di male.detik.com. Tersedia dalam versi multimedia PDF, Apps for iPad & Android. Setalah edisi perdana ini terbit, penambahan pasukanpun terus dilengkapi. Menyusul bergabung Rahma Anandita (Reporter) dan Nadia Intan (Fashion Stylist).

With hard work of the team as well as the full support of Transcorp and Detikcom team which full of experience in the online industry and digital media, including full support for video production from MyTrans, we successfully issued MALE Interactive Digital Magazine for Men on Friday, 2 November 2012 . Amazingly, we published weekly for free that can be downloaded in male.detik.com. Available in multimedia PDF version, Apps for iPad and Android. After this first edition was published, the addition personnel continues equipped. Following joined Rahma Anandita (Reporter) and Nadia Intan (Fashion Stylist).

Kini, saat tulisan ini disajikan, eksistensi MALE magazine sebagai majalah digital interaktif tergolong sudah diakui. Sebagai catatan, rata-rata downloader MALE magazine per-edisi mencapai angka 350.000 (PDF, iPad, Android). Perlahan tapi pasti, pintu-pintu agar mendapatkan kue iklanpun mulai terbuka. Terutama bagi produk-produk yang sudah menjadikan digital media sebagai tempat berpromosi/beriklan yang makin menjanjikan. Karena tersedianya feature-feature yang tidak bisa disediakan oleh media konvensional seperti print media. Dari audio, video, hyperlink, slideshow, animation, motion graphic hingga customize gallery, dsb. dapat diaplikasikan.

Now, as of this writing is presented, the existence of MALE magazine as digital interactive magazine already recognized. For the record, the average downloader 0f MALE magazine reached 350,000 (PDF, iPad, Android) per-issue. Slowly but sure, the doors to get adcertisment began to open. Especially for products that have made ​​digital media as a place to promote / advertise, because of the availability of features that can not be provided by conventional media such as print media. Audio, video, hyperlinks, slideshows, animation, motion graphics to customize gallery, etc.. can be applied.

Sebagai gambaran umum, gelombang mobile device seperti komputer tablet yang diproduksi produsen-produsen raksasa adalah salah satu pemicu tren digital media. Simple, stylish, portable, multitasking adalah sebagian kecil kelebihan yang terlihat di permukaan yang ditawarkan mobile device, baik komputer tablet, smartphone ataupun phablet. Digitalisasi pun tak dapat dihindari. Seiring dengan makin melonjaknya harga produksi untuk media konvensional (print media) yang salah satunya karena menjulangnya harga bahan baku, maka lambat laun digital media menjelma sebagai solusi dari kondisi makin rendahnya belanja media di masayarakat.

As a general overview, the wave of mobile devices such as tablet computers that produced by giant producers is one of the triggers of digital media trends. Simple, stylish, portable, multitasking is a small excess seen in the surface of mobile. Digitization was inevitable. Along with the soaring costs of production for conventional media, gradually digital media being a solution of the conditions in lower media spending.

Saya sama sekali tidak berniat mengarahkan publik agar menganggap MALE magazine sebagai pemicu tumbuhnya digital interactive media di Indonesia. Tapi, karena MALE magazine terbit di momentum yang tepat, maka presepsi publik pun terbentuk dengan sendirinya. Bahwa MALE dianggap sebagai pionir digital interactive magazine di Indonesia. Walaupun sebenarnya, sebelum MALE magazine sudah ada beberapa media, baik dalam satu grup di Detikcom dengan Majalah Detik nya, maupun di grup media lain yang sudah terlebih dulu meluncur di pasar media. Namun tampaknya tanggapan dan apresiasi publik saat mereka mengawali penerbitan belum menujukkan indikator yang signifikan.

MALE BEST ISSUES_02_PAbsolutely I have no intention of directing the public to consider MALE magazine as a trigger for the growth of digital interactive media in Indonesia. But, because MALE magazine rises in right time, the public perception was formed by itself. Actually, before MALE magazine, there have been several media, Including the media that is in one group company, Majalah Detik, as well as in other media group who had exsist in the media market. But it seems the response and public appreciation not showed significant indicators when they started publishing.

Pengembangan produk digital interactive magazine memang belum berhenti. Masih terus melaju cepat seiring dinamika yang terjadi di dunia teknologi, baik hardware maupun software. MALE magazine sendiri juga bukan sebuah produk yang sudah sempurna, masih sangat banyak yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Apalagi jika dibandingkan dengan produk-produk sejenis dari luar negeri, nyata terlihat, kesan canggih yang ada di MALE magazine masih belum ada apa-apanya.

The development of digital interactive magazine does not stop. Still proceeded rapidly with the dynamics that occur in the world of technology, both hardware and software. MALE magazine is not a perfect product yet, is still can be developed further. Especially when compared to similar products from abroad. Real looks, sophisticated impression in MALE magazine maybe like nothing.

MALE Team_12

Dalam perjalanannya, tim kerja MALE magazine masih terdapat beberapa perubahan kecil dibanding dengan awal pergerakan, beberapa tenaga tambahan berkualitas turut bergabung: A’ey Ashari (Photographer), Intan Meldawaty (Fashion Stylist), Widyacitta Indersari (Fashion Stylist), Dewi Kartika Teguh W. (Languange Editor), Bagus Wijanarko (Editor), Erwin Santoso (Creative Designer). Walaupun dari mereka ada juga yang sudah tidak tergabung lagi baik sejak awal maupun di saat sudah berjalan. Tentunya penambahan pasukan ini sedikit banyak menjadikan optimisme makin menguat. Bahwa, inilah media yang ke depan, setidak-tidaknya 3-5 tahun dari sekarang, akan menjadi idola yang sesungguhnya. Itupun dengan catatan, bahwa tim kerja yang selalu solid untuk mengembangkan produk, dan secara bisnis juga menunjukkan angka yang progresif. Tidak sekedar dikehendaki publik pembaca, tapi juga menjadi pilihan utama para produsen untuk beriklan tentunya.

In the journey, there are some minor changes compared to the beginning in MALE work team , some additional qualified personnel were join: A’ey Ashari (Photographer), Intan Meldawaty (Fashion Stylist), Widyacitta Indersari (Fashion Stylist), Dewi Kartika Teguh W . (Languange Editor), Bagus Wijanarko (Editor), Erwin Santoso (Creative Designer). Despite of them some are no longer incorporated, either from the beginning or at the time is already running. Of course, the addition of these team make optimism a little much more stronger. Hopefully, this is the future of media, at least 3-5 years from now, will be a real idol. And that’s with a note, that the team work is always solid to develop the product, and the business also showed a progressive rate. Not merely desired by readers, but also the top choice of producers to advertise.

Seperti yang terurai oleh sejarah, dari jaman batu hingga jaman serba instan seperti saat ini, keberadaan media terus mengikuti pekembangan cara-cara dan teknologi berkomunikasi. Dari sekedar dipahat pada batu ataupun ditulis pada daun, sampai penggunaan sensor suara untuk menuliskan pesan, penyampaian informasi akan terus menjadi aktivitas pokok di tengah masayarakat. Lalu, apakah hal yang saya uraikan di sini akan menjadi bagian dari sejarah perkembangan media? Saya tidak tahu, yang saya dan rekan-rekan saya lakukan hanyalah berkarya mengikuti perkembangan yang ada di industri yang kebetulan kami ada di dalamnya. Biarkan semua berjalan sebagaimana adanya, soal apakah hal-hal baru akan terus berkembang atau tidak, menjadi catatan yang gemilang atau kelam, time will tell! Bagi saya pribadi, setidak-tidaknya sudah pernah berada dalam jejak-jejak perkembangan itu…

As unraveled by the history, from the stone age until instant era as it is today, where the media continues to follow developments and technological ways to communicate. Than just carved in stone or written on the leaves, to use sound sensors to write the message, the delivery of information will continue to be main community activity. Then, whether I have described here will become part of the historical of the media development ? I do not know, that I and my colleagues do is work and follow the changes in the industry that we happened to be there in it. Just let it go, regardless of whether new things will continue to evolve or not, becomes a hit record or a dark, time will tell! Personally, at least, I had been in traces of digital media devepoment…

Majalah DUTA RIMBA #041

<click image to enlarge>

Vendor : CIKA Indonesia

Client : Perum Perhutani

Graphic Design & Layout : Yogasdesign

Design Concept – KREDIT Magazine

<click image to enlarge>

Client : PT Gemilang Media Bangsa

Logo & template Design : Yogasdesign

POPULAR Magazine_Oktober’10

<click image to enlarge>

Yogasdesign as a graphic design consultant

Cash & Credit freemagz_#1st ed.

Graphic Design : Yogasdesign & Tommy Alexander

Client: Cash & Credit freemagz

Vendor : Yogasdesign.com

POPULAR Magazine_September’10

<click image to enlarge>

Yogasdesign as a graphic design consultant